Senin, 07 Mei 2012

Sinopsis The Legend Episode 3 dan 4



Malam hari ketika Dam Deok kembali dari perpustakaan,Ia menemukan hadiah dari Kiha yang semacam penjaga shin.Dam Deok mencoba lagi gerakan bela dirinya dan mengetahui bahwa kakinya tidak terlalu kuat lalu Ia mencoba lagi dan lagi,Kiha melihatnya diam-diam dan dia tersenyum ketika melihat Dam Deok memakai penjaga shin yang diberikannya.
Hogae kembali dari pertempuran dan memenangkannya.Malamnya mereka mengadakan pesta untuk kemenangannya.Dam deok datang mengunjunginya dengan membawa hadiah dari Raja yaitu Emas dan yang lainya.Ibu Hogae mabuk dan mulai marah pada Damdeok.Ia mengatakan seandainya anaknya yang jadi Raja maka Dia tidak memerlukan ini semua.Hogae meminta maaf karena perkataan Ibunya dan Damdeok berkata tidak apa-apa.

Ibu Hogae datang berkunjung dan bercerita tentang Hogae pada Raja ketika Ibu Hogae pulang Raja langsung sakit perut setelah minum the,Damdeok mencari obat,Ia ke taman dan melihat Kiha bersama teman-temannya.Damdeok mendekatinya dan bertanya apakah Ia tahu tentang pengobatan dan meminta Kiha untuk melihat ayahnya karena didalam istana Ia  tidak dapat mempercayai orang begitu saja tapi kalau dengan Kiha Ia mempercayainya.Raja ternyata diracun.Kiha mengetahui Racunnya dan mengetahui penawarnya kemudian Ia bergegas ke Saryang dan meminta penawarnya karena Ia tahu racun ini berasal dari klan macan.
Esoknya,Raja meminta penjaga untuk memeriksa kediaman Kiha,Penjaga menemukan Racun dan sejumlah emas batangan.Damdeok tahu Kiha tidak mungkin melakukan ini.Ia tahu bahwa semua ini adalah rekayasa dari ibu Hogae karena Emas yang berada di tempat Kiha sama dengan emas yang Damdeok berikan pada Hogae waktu itu.(mungkin ada capnya kali makanya ketahuan).Damdeok merasa amat frustasi ketika Ia mengetahui bahwa keluarga Yon memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan Raja.
Damdeok tidak tahu harus bagaimana menyelesaikan masalah ini karena Dia adalah teman baik Hogae dan Hogae masih keluarga dalamnya.Ia merasa tidak berdaya disaat Ia ingin membantu ayahnya.akhirnya Dia mengambil keputusan untuk menyelesaikannya.esoknya Ia meminta ibu Hogae menemuinya dan Ibu Hogae datang menemuinya tapi sebelum melakukan ini Ia meminta penjaga untuk menjaga Hogae.Damdeok berkata pada Ibu Hogae bahwa Hogae  sudah mengaku padanya(padahal nih Cuma siasat Damdeok saja) dan sekarang berada dalam genggamannya.Ibu Hogae merasa terdesak.Damdeok berkata seperti itu agar  Ibu Hogae menyudahi saja semuanya tapi Ibu Hogae merasa terpojok dan mengambil keputusan yang nekat.Ia mengambil Racun itu dan meminumnya.sebelum mati Ia berpesan pada Hogae agar berhati-hati pada Damdeok.
Damdeok datang untuk memberikan penghormatan di altar ibu Hogae.Dia menjelaskan apa yang terjadi.awalnya Hogae menolak apa yang terjadi dan ayah Hogaae menganggap Damdeok berbohong tapi Damdeok berkata hanya orang yang takut yang akan berbohong dan berkata lagi bahwa tabib yang bekerjasama dengan ibu Hogae telah di penggal.ayah Hogae berkata pada Damdeok terimah kasih karena tidak memenggal isterinya di muka umum karena itu akan mempermalukan mereka.tentu saja Damdeok tidak melakukannya karena Dia tidak ingin mengambil resiko  terjadi pemberontakan.Ayah Hogae meminta Hogae untuk bersabar dan menunggu waktu yang tepat sementara ini mereka jangan dulu mengambil tindakan apa-apa tapi Hogae telah bersumpah bahwa Dia akan balas dendam ketika Dia akan menjadi Raja.
Di istana Raja amat terkejut dengan kejadian itu lalu menjelaskan pada Damdeok mengapa Ibu Hogae tidak menyukainya.Tiga belas tahun yang lalu ketika isteri Raja diasingkan,Ia melahirkan seorang anak (ayah Damdeok)laki-laki ketika mereka tidak berada di Goguryeo dan desas desus berkembang katanya Ayahnya atau kakek Damdeok bukanlah keturunan Raja dan dalam darahnya tidak mengalir Darah bangsawan.makanya keluarga Damdeok baru kembali ke istana ketika Damdeok  berumur 8 tahun.

Damdeok ke tempat latihannya disana Ia bertemu dengan Kiha yang sedang berlatih dan menguraikan langkah-langkah agar Dia dapat berlatih dengan mudah.Damdeok bertanya pada Kiha apakah baik kalau kita menjadi kuat bahkan jika itu berarti harus membunuh  ibu teman dekatnya.Ia sangat bersedih  tapi Kiha menjawab lebih baik jika Dia bertambah Kuat dan lebih kuat karena DIa tidak akan terluka dimasa yang akan datang.
Sementara itu Sujini  mengatakan pada Hyeongo untuk  memegang tangan wanita itu dan merayunya.Sujini bertemu dengan jumuchi  dan kelompoknya.Sujini mencoba membujuk mereka untuk menjual senjata tua mereka tapi wanita itu mengatakan bahwa senjata ini tidak baik.Jumuchi memamerkan keterampilannya dengan cara melempar kapaknya dan membuat sebuah pohon terbelah menjadi dua.Jumuchi adalah Renkarnasi dari Macan putih.
Damdeok berkeliaran di jalanan dan berteman dengan anak jalanan.mereka memanggilnya Hyeon(kakak besar).Damdeok membantu seorang  wanita penjaga kios,dengan cara menjadi pelayan.salah satu pemimpin kelompok menegurnya dan bertanya apakah Damdeok ingin pergi berjudi bersamanya(di sini terlihat bahwa Damdeok amat biasa dengan Rakyat jelata loh…).

Waktu berlalu dan mereka semua telah beranjak dewasa.Damdeok  melihat Sujini yang telah kehilangan Uangnya.lalu Dia melihat seseorang yang menjemputnya dengan sekantong uang.Damdeok  merampas uang tersebut dan meminta mereka untuk mengikutinya tapi mereka entah lari kemana kemudian tidak berapa lama akhirnya Damdeok menemukan mereka  dikandang kuda yang akan dipakai untuk pertandingan polo(wah ternyata Zaman dulu sudah ada permainan polo yah….).Damdeok mencoba menghentikan orang tersebut berkelahi dengan Sujini tapi tidak berhasil akhirnya Damdeok mengajak Sujini untuk melarikan diri.

Sujini mencoba merayu Damdeok dengan  mengundangnya ke rumah pelacur dan berkata bahwa Ia pernah kesitu.tapi ketika tiba di tempat pelacuran wanita-wanita tersebut mengenal Damdeok(yg kaget jelas sujini)dengan Baik karena Ia  dibesarkan di jalanan).Sujini kembali dikejar-kejar orang dari tempat pelatihan kuda.Sujini meminta agar Damdeok membantunya tapi Damdeok menolaknya.
Penjaga kediaman Damdeok dikejutkan dengan berkunjungny Raja ke kediaman Damdeok sedangkan Damdeok sekarang tidak berada di tempatnya.para penjaga baru sadar bahwa putra Mahkota telah menyelinap keluar istana.Kiha tahu dimana bisa menemukan Damdeok,pelayannya membawakan Jubahnya lalu pergi ketempat dimana biasa Damdeok  memanjat dinding untuk masuk kembali ke istana.Kiha menunggu dan Deok disana dan betul saja Damdeok sedang memanjat dinding untuk kembali masuk ke istana.Kiha memarahi Damdeok .

Kiha berkata agar Damdeok bersikap seperti seorang Pangeran jangan seperti berandalan tapi Damdeok mengalihkan pembicaraan dan meminta Kiha untuk menyalakan Jujaknya.Damdeok meminta Kiha untuk tinggal sesaat bersamanya tapi Kiha tidak  mau9kiha tuh orang yg disiplinya tinggi).lalu Damdeok  berkata pada Kiha betapa Dia amat kesepianTampa Kiha di istana.
Episode 4
Keesokan harinya Sujini marah pada Damdeok karena tidak mau membantunya.tapi Damdeok berkata apakah Ia ingin mengikutinya sepanjang hari.Sujini akhirnya mau kemudian Ia berusaha menbujuk Damdeok agar mau berjudi biar uangnya bertambah 4X atau 10x lipat.Damdeok diam saja tapi akhirnya mereka ke tempat Hyeongo.
Hyeon go yang menjadi peramalnya mencoba menipu Damdeok dan berkata Hyeon Go berkata pada Damdeok bahwa dengan  semua kekayaan pemegang tongkat yang mereka miliki mungkin suatu tanda yang buruk yang mereka miliki dan Ia akan mengungkapkan Rahasia itu jika Damdeok membayarnya.tapi  Damdeok merasa ada yang janggal dan dengan kepintaranya  dan kecerdikannya akhirnya Ia tahu bahwa Hyeongo ini penipu tapi mereka tetap berbicara yang intinya tentang Hogae dan bintang Jyusin(terjemahanya agak membingungkan Sorry).
Hogae memberikan aba-aba pada anak buahnya.Hogae ingin memastikan bahwa mereka akan menang.keempat Tim memasuki arena pertandingan.Hogae berada di tim Kuning.Ayah Hogae melihat pemimpin suku Macan dan meminta anak Buahnya untuk mengundangnya duduk bersamanya sebelum   pertandingan di mulai Kiha bersama para Gadis-gadis dari Shin Dang menari,Dam deok menontonnya dan Ia amat terpesona melihat Kiha yang sedang menari.

Akhirnya pertandinganpun di mulai  Tim kuning(yg dipimpin Hogae) melawan Tim biru.Hogae mencetak angka pertamanya.Hogae mengingat perkataan ayahnya bahwa Ia adalah Raja maka Ia dapat berbuat semau hatinya.sujini jatuh hati pada Hogae.
Tim kuning menyerang tim biru dan Damdeok berkata pada Sujini bahwa itu  kekerasan tapi Sujini berkata itu diperbolehkan selama mereka tidak melukai kuda mereka lalu Dam deok berkata lagi tampaknya ada logam di dalam tongkat yang dalam permainan ini tidak diijinkan memakai logam.Sujini meninggalkan arena pertandingan dan pergi menyelidikinya dan diikuti oleh Damdeok.


sumber:  http://avrilend.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar